بسم الله الرحمن الرحيم


AKU HANYALAH SEORANG ANAK KECIL YANG SEDANG BELAJAR MEMAHAMI ARTI SEBUAH KEHIDUPAN DAN BELAJAR MENERIMA SEMUA YANG TERLIHAT OLEH MATA

Selasa

Layaknya

Layaknya pintu.. untuk terbuka perlu diketuk
Layaknya daun.. untuk berganti perlu meluruh
Layaknya tangis..untuk menjadi senyum, airmata perlu mengalir
Layaknya do’a.. untuk dijawab perlu dipanjatkan

Hati tidak bersudut, sehingga dari manapun cobaan bisa datang
Hati sangatlah lembut, sehingga apapun bisa menyentuh
Hati tak bisa digenggam, sehingga dia jadi pengendali
Hati bukan milik manusia, sehingga Dia-lah yang patut diminta

Berani bukan berarti diam
Sabar bukan berarti menyerah
Tangis bukan berarti sedih
Tertawa bukan berarti terlena

Tengadah adalah upaya untuk melihat ke depan
Menatap adalah upaya untuk mencari titik
Bicara adalah upaya untuk mendapat respon
Mengepal adalah upaya untuk menjadi yakin

Tekanan sebenarnya awal dari keyakinan 

Jumat

☀ Cinta itu Fitrah ☀

ANDAI daun itu mampu untuk mengungkap, mungkin ia tak akan pernah rela untuk pergi menginggalkan ranting.
Andai awan itu mampu memberontak, mungkin ia akan tetap pada kondisinya dan tak akan pernah pergi dari langit.

Hidup ini mengenai aturan dan ketaatan.
Kata mereka hati nurani itu tak pernah salah dan tak pernah berbohong.

Benar, nurani itu selalu benar karena nurani adalah fitrah hubungan antara makhluk dan Khalik.
Nurani itu ibarat alarm, alarm itu akan hidup ketika ada perbuatan yang salah dan tak sesuai dengan aturan. Itu yang kini dirasakan.

Cinta itu fitrah.
Dan sang khalik telah sisipkan rasa itu di sudut qalbu yang terdalam. Dan rasa itu kini semakin dalam.

Hingga kaki ini lelah untuk beranjak kembali. Tapi apalah arti sebuah rasa ketika semua itu telah menyalahi aturan, ketika daun gugur bukan dimusim gugur. Tak ada keindahan ketika daun itu gugur terlalu cepat.

Tuhan anugrahi rasa itu agar kita menjaganya dengan baik, bukan untuk digunakan di jalan yang belum halal.
Allah telah siapkan jalan bagi mereka yang memiliki fitrah cinta yaitu dengan sebuah pernikahan, bukan jalan yang belum halal.

Bukan hal yang mudah memang, menahan diri ketika fitrah itu muncul secara tiba-tiba.

Namun hati nurani itu sendirilah yang akan memegang kendali respon kita ke depannya.

Semoga kita senantiasa menjadi hamba-Nya yang taat dengan meninggalkan segala apa yang dilarang-Nya.

~ Tentang Persahabatan ~

“Definisi dari persahabatan adalah bagaimana seseorang bersedih ketika orang lain bersedih, gembira ketika orang lain bergembira. Bisa jadi seseorang menjadi sahabat bagi orang yang hakikatnya bukanlah sahabat”.

“Puncak dari persahabatan adalah ketika ada yang menyertakan dirimu bersama dirinya dalam hartanya tanpa sebab yang mengharuskannya.
Dia mendahulukanmu sebelum orang lain.
Kalau saja aku tidak menyaksikan dua orang sahabatku yang berasal dari Valensia, maka aku sudah berkesimpulan bahwa akhlak semacam itu sudah tak ada lagi di zaman kita.

Tetapi aku tak pernah melihat dua orang yang semua syarat-syarat persahabatan terpenuhi padanya melainkan kedua orang itu. Meski terkadang sebab-sebab perpecahan datang menerpa keduanya”

(Ibnu Hazm dalam Al-Akhlaq Wa As-Siyar Fi Mudaawatinnufus)

~ Tentang Cinta ~

“Jika ada sesuatu yang tak pernah usai untuk dibahas. tak pernah habis untuk diekspresikan, maka itu adalah cinta!”

“Cinta tak dicela agama dan tak dilarang dalam syariat, cinta adalah urusan hati sementara hati dalam genggaman Ilahi”

“Orang yang menyembunyikan cintanya boleh jadi disebabkan rasa khawatir atau malu apabila ada orang lain tahu bahwa ia sedang dilanda cinta. Ia mengira, jatuh cinta adalah kelemahan yang tak seharusnya mendera orang beriman. Ia menyangka jatuh cinta adalah aib bagi seorang agamawan.

Ia khawatir jika ada orang yang tahu bahwa ia sedang jatuh cinta, mereka akan memandangnya sebagai orang yang tidak saleh dan tidak taat beragama. Padahal sejatinya, sebagai seorang muslim yang beriman, ia hanya dititahkan untuk menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan Allah dikala godaan datang menghampirinya.

Mencintai keindahan dan membiarkan cinta bersemi bukanlah hal yang hina, apalagi dosa. Sesungguhnya jiwa dan hati kita berada dalam genggaman Allah Yang Maha Menggenggam.

Dia tak pernah menitahkan pada hati kecuali untuk menimbang antara yang benar dan yang salah, lalu meyakini dan menempuh jalan yang benar dengan segenap jiwa. Sementara cinta bukan dosa, ia adalah fitrah manusia. Yang harus kita lakukan adalah mengendalikan anggota tubuh kita agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang di haramkan-Nya.”

(Ibn Hazm Al Andalusi dalam Thauq Al-Hamamah)

Rabu

SEKEDAR RENUNGAN.....



Rata2 di usia 50 TAHUN keatas kita bisa kaya mendadak, entah itu dapat warisan dari orang tua atau hasil kita sendiri :

1. Ada PERAK di rambutnya
2. Ada EMAS di giginyaa
3. Ada GAS di perutnya
4. Ada KRISTAL di kandung kemihnya5. Ada MINYAK di darahnya
6. Ada GULA di air seninya
7. Ada KAPUR di tulangnya
8. Ada PASIR di empedunya
9. Ada AKIK di ginjalnya
10. Bahkan jantungnya pun pakai CINCIN


Meski begitu, mereka umumnya tidak sombong, karena tercermin dari cara jalannya yang kian menunduk dan mereka mulai menyadari menjadi kaya sungguh tidaklah menyenangkan.